Konsep Pengelolaan Lingkungan Desa Mandalamekar

Leuweung
Hutan Desa
Leuweung
leuweung larangan

Mandalamekar – Jika kita berbicara tentang Pengelolaan lingkungan rasanya akan sangat banyak sekali konsep atau gagasan baik yang bersifat baku maupun bersifat kearifan lokal. Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu apa itu Pengelolaan lingkingan hidup.

“Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup (Mitra Info, 2000).”

Dari pengertian diatas jelas bahwa pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup. Ditatar sunda, ada konsep sederhana tentang pengelolaan lingkungan hidup ini.

Saya teringat pesan dari salah satu tetua di Kampung Cinunjang yang pernah menyampaikan begini “lamun hayang hirup makmur, koncina ngan aya dina cara urang ngamumule leuweung, Gunung dikaian/ diawian, lengkob dibalongan, lebak disawahan, walungan dibersihan.” (Jika ingin hidup makmur, kuncinya hanya ada pada bagaimana cari kita melestarikan hutan, Pegunungan ditanami pohon/ bambu, ada lahan untuk kolam ikan, pesawahan dan sungai dibersihkan).

Konsep yang sangat sederhana namun penuh dengan kearifan untuk menjaga kelangsungan hidup, pengelolaan lingkungan hidup. Konsepnya pun sangat bisa diaplikasikan.

Konsep sederhana dari kearifan lokal diatas di Desa Mandalamekar sudah diaplikasikan. Dengan adanya Gerakan menanam pohon yang digagas sejak tahun 2007 lalu, adanya kegiatan “ngamumule panon cai” dan gerakan berbasis lingkungan lainnya seperti mengaktifkan kembali istilah “leuweung larangan”.

Pengaplikasian kearifan lokal ini didesa Mandalamekar dijadikan tagline pada website Desa Mandalamekar yaitu “Leuweung nganteng Kaca nunggal” atau dalam artian ” Hutan Lestari Cermin Kehidupan “.

Sumber Mata Air
Sumber Mata Air

Hasil dari pengaplikasian kearifan lokal ini sudah sangat dirasakan masyarakat desa salah satunya adalah Air yang selalu tersedia dan mengalir meski pun disaat musim kemarau. Sehingga warga Desa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani tetap bisa menggarap sawahnya di musim kemarau dan kolam ikan tetap teraliri air.

Selain terhindar dari kekeringan pengaplikasian kearifan lokal dalam pengeloalaan lingkungan hidup ini juga akan mencegah atau meminimalisir terjadinya Bencana Longsor dan Banjir.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan