Konsorsium Hijau Diminta Kontribusi Wujudkan Green Buleleng

Pelaksanaan program Pengetahuan Hijau di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali oleh Konsorsium Hijau mulai bergulir. Dimulainya program pengetahuan hijau tersebut seiring dilaksanakannya Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Hibah Pengetahuan Hijau antara Konsorsium Hijau dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 November 2015 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng.

Dalam rapat koordinasi tersebut hadir I Agung Putri Astrid, MA,  Co Team Leader Program Pengetahuan Hijau dari Konsorsium Hijau, Irya Wisnubadhra, ST, MT, IT Officer, Ir. Putu Gde Yasa Sekretaris Bappeda Kab. Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta Kabid Sosial Budaya Bappeda, serta SKPD-SKPD terkait di Kab. Buleleng.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut, I Agung Putri Astrid atau yang biasa disapa Gung Tri menyampaikan presentasi mengenai pelaksanaan program pengetahuan hijau di Kab. Buleleng. Program pengetahuan hijau bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa mengenai pembangunan rendah karbon, jelas Gung Tri.

Berbagai aktivitas akan dilaksanakan dalam skema program pengetahuan hijau, antara lain penelitian untuk menggali pengetahuan lokal, peningkatan kapasitas masyarakat desa serta mendorong pengetahuan yang dihasilkan masuk dalam proses pengembilan kebijakan di desa, kabupaten, provinsi maupun nasional.

Yang menjadi fokus kami kedepan adalah adanya anak-anak muda yang memiliki kapasitas atau pengetahuan yang hijau, sehingga menjadi aktor-aktor pembaru di desa, maupun di luar desanya sendiri, ujar Gung Tri.

Sedangkan Putu Gde Yasa, mengapresiasi upaya dari Konsorsium Hijau untuk mengembangkan masyarakat desa terutama dalam bidang lingkungan. Menurut Sekretaris Bappeda kab. Buleleng tersebut Provinsi Bali juga sudah mencanangkan sebagai Green Province. Saya berharap dengan kontribusi dari Konsorsium Hijau kita bisa menjadi Green Buleleng, ujarnya.

Oleh sebab itu kita harus melawan semakin meningkatnya polusi CO2. Baik dari kendaraan bermotor, pembakaran sampah maupun lainnya. Alih fungsi lahan pun semestinya semakin dikurangi karena lahan terbuka yang semakin sedikit.

Selain Kabupaten Buleleng, Konsorsium Hijau juga melaksanakan program Pengetahuan Hijau di delapan kabupaten, antara lain Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah di Provinsi NTB, Sumba Timur, Sumba Tengah di provinsi NTT, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur di Provinsi Jambi, dan Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat.**(et)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan