Pelatihan dan Pemanfaatan Aplikasi SISK-NG di Kecamatan Jatiwaras

Pelatihan Aplikasi SISK-NG
Pelatihan Aplikasi SISK-NG

Mandalamekar,(2/5). Pelatihan Aplikasi SISK-NG di kecamatan jatiwaras di hadiri oleh 2 dua kecamatan yaitu dari Kecamatan Salopa dan Kecamatan Jatiwaras.Kegiatan ini di hadiri oleh para Kepala Desa dan Operator Desa dari dua Kecamatan Tersebut. SISK-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) adalah suatu system informasi yang terdiri dari beberapa komponen ( Pengumpul,Pengolah,Penyaji dan Penyimpanan Data Kesejahteraan Sosial) dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang di laksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Pelatihan ini di adakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya dengan tujuan untuk Validasi/ verifikasi data KPM Rastra / BPNT ( Bantuan Pemerintah Non Tunai),KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dan pengelolaan Data BDT (Basis Data Terpadu).

BDT atau Sistem Data Elektronik yang di dalam terdapat nama,alamat,Nik dan keterangan data sosial,ekonomi rumah tangga individu kita bisa mengetahui atau menetapkan sasaran program perlindungan dan penanggulangan kemiskinan sehingga menjadi tepat sasaran dalam penganggaran dana bantuan tunai maupun non tunai.

KKS ( Kartu Keluarga Sejahtera) yaitu bantuan non tunai melalui pembukuan rekening bagi keluarga yang kurang mampu. Untuk wilayah Desa Mandalamekar yang mendapat bantuan KKS sebanyak 242 ( Dua Ratus Empat Puluh Dua).Untuk Perubahan Data KKS sebenarnya Bisa Kita rubah dengan mengacu kepada ekonomi orang tersebut yang sudah terdata dengan menggantikan 1(satu) KK yang sudah mampu di gantikan Dengan data 1 KK orang yang kurang mampu karena Data KKS sudah di Plot dari Dinas Sosial. Sedangkan Untuk BDT (Basis Data Terpadu ) kita bisa mengajukan / Menambahkan orang  lebih dari 10 orang dengan mengacu kepada Hasil MusDes.Jadi Intinya Setiap Perubahan Data Baik Itu BDT,KKS dan yang lainnya kita harus Melaksanakan MusDes.

Tampilan SISK-NG

Untuk Pendataan Penduduk dari tingkatan ekonomi yang kurang mampu sampai yang mampu kita bisa mendata nya dengan bekerja sama dari warga,perangkat desa ( Kaur Kesra ),dan Kepala Desa.Dengan adanya SISK maka bisa menyaring/menggati orang mana yang layak mendapatkan bantuan dan mana yang tidak layak, Untuk penggantian tersebut maka sebelumnya harus di lakukan verifikasi lapangan dengan mendatangi setiap rumah warga dan mendata setiap kepemilikan masing-masing warga agar data bias valid. Setelah di laksanakan pendataan maka harus di laksanakan MusDes ( Musyawarah Desa) agar tidak ada kecemburuan dan wagra bisa mengetahui warga yang benar-benar layak mendapat bantuan social ekonomi dari pemerintah. Setelah di laksanakan MusDes baru bisa merubah data individu yang layak dan tidak layak nya mendapat bantuan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.