SMK Karya Putra Manggala Terus Melangkah dan Sudah Terakreditasi

Sertifikat Akreditasi SMK Karya Putra Manggala
Foto Bersama Pegiat SMK Karya Putra Manggala selesai akreditasi

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Putra Manggala (KPM) dibawah naungan Yayasan Haji Umar Sanusi Afidin, sejak berdirinya empat tahun silam terus bebenah, menata untuk memperbaiki sisi akademisi, managemen maupun sarana dan prasarananya. SMK ini terus bergerak menuju sekolah yang ideal sesuai dengan harapan masyarakat juga Pemerintah Mandalamekar.

Kerja maksimal, kebersamaan dan keikhlasan dari pengurus yayasan beserta para pengajar juga siswa, orangtua siswa dan tokoh masyarakat, menjadi kunci keberhasilan serta keberlangsungan kegiatan belajar di SMK KPM tersebut. Sehingga bulan Februari 2018 SMK KPM telah terakreditasi dengan nilai B.

Akreditasi atau penilaian sekolah yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan tingkat Provinsi dan pusat ini dilakukan pada Desember 2017, syarat utama sekolah bisa mengajukan akreditasi, bilamana sekolah itu telah meluluskan siwanya atau setelah proses belajar mengajar berjalan selama lebih dari tiga tahun. Karena selain akademisi , managemen dan sarana dan prasarana sekolah serta jumlah siswa, kualitas kehidupan alumni murid sekolah tersebut menjadi sarat dan bahan pertimbangan para penilai.

Semangat Kebersamaan Mengatasi Keterbatasan

Bila menengok kebelakang membangun SMK di pelosok desa ini rasanya hampir tak percaya, dimana SMK ini bisa bertahan sampai sejauh ini. Disaat sekolah setingkat SMK yang jauh lebih mapan saja masih memungut biaya pembangunan sarana dan prasarana sekolah,  justru di SMK KPM ini siswa hanya diwajibkan membayar biaya iuran sebesar Rp.50.000,- dan semua siswa dibebaskan dari beban biaya pembangunan tersebut.  Tentunya ini sangat menguras pemikiran dan segalanya bagi pengurus yayasan dan pegiat sekolah lainnya.

“Sebenarnaya bagi kami bisa melangsungkan proses belajar mengajar selama empat tahun ini saja menjadi suatu hal sangat luar biasa atau bisa bertahan sejauh ini saja sudah jauh diluar kemampuan kami, dan kami sangat bersyukur karena Nya,”  ujar haru ketua yayasan, Yana Noviadi, berkaca kaca saat menerima tim akreditasi desember lalu.

Contohnya manakala ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara on line mulai diberlakukan pada 2017, SMK ini bisa melangsungkannya dengan mandiri, padahal banyak cerita sekolah dikota kota yang masih numpang disekolah lainnya saat UNBK berlasung karena ketidak tersedianya perangkat tersebut. Disamping itu, nilai UNBK peserta didik SMK KPM cukup memuaskan, mereka ada dalam rata rata, atau nilai mereka tidak kalah dengan sekolah lainnya yang sudah lama berdidri.

“Alhamdulillah bisa UNBK mandiri, selalu ada jalan keluar walaupun jauh dari jangkauan. Malahan ditahun 2018 ini ada sekolah sekitar yang mau memanfaatkan pasilitas UNBK di SMK KPM ini,” imbuh Yana.

“Kami atas nama yayasan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bahu membahu bekerja keras dengan ikhlas, sehingga targetan sekolah untuk akreditasi dan lainnya bisa dicapai dengan memuaskan walau dalam keterbatasan,” pungkas Yana.

SMK KPM lahir dari rasa keprihatinan pemerintah dan warga Mandalamekar, dimana sebelum berdiri SMK ini, paling sekitar 30 prosen warga Mandalamekar yang mampu melanjutkan sekolah kejenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) karena faktor ekonomi. Hal lainnya, berdirinya SMK ini didorong oleh Geureunteus (mimpi) atau cita cita orang tua para pendiri dan pengurus yayasan,  yakni Abah Umar Sanusi bin Afidin, yang jauh jauh sebelumnya memberikan isyarat untuk mendirikan sekolah setingkat SLTA di wilayah Mandalamekar.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan