Selayang Pandang Desa Mandalamekar

curug
Air Terjun Cinunjang

Sejarah: Desa Mandalamekar merupakan Desa Pemekaran. Desa ini termasuk ke dalam wilayah Kec. Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Desa Mandalamekar saat ini memiliki beberapa tempat penting dalam sejarah penyebaran Agama Islam di Jawa Barat hingga ke luar pulau Jawa. Hingga sekarang bekas peninggalan sejarah tetap utuh diantaranya gua dan makam keramat yang masih terpelihara dengan baik, karena disebagian wilayah daerah berbentuk batuan karang.

goa-1
Goa Tasbih

Maka pada jaman dahulu dijadikan tempat menyucikan diri. Dusun Cinunjang, dusun Cilingga, Pasir Salam dan Pasir Bentang serta air Terjun Cinunjang mengalir ke sungai Ciwulan (DAS) mempunyai makna terpenting apabila dikaji secara filosofi bagi hidup manusia dan demikian juga dengan arti dari Gua yang ada untuk kajian Qalbu. Serta Pasir Salam dan Pasir Bentang banyak menyimpan sejarah. Tempat lainnya adalah Makom para ulama Islam yang diperkirakan sejak Tahun 1700 sesuai perkembangan agama Islam di Jawa Barat. Dengan adanya Gua Tasbih juga Gua Mesjid. Serta gua lainnya yang mempunyai untuk ilmu pengetahuan tentang eksistensinya.

Penghijauan: Pada awal tahun 2002 dilaksanakan kegiatan penanaman di pusatkan pada daerah sumber air, yang bertujuan untuk menjadi sumber air agar tetap lestari. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh Pemuda Mitra Alam Munggaran dimulai dari kampung Cinunjang. Kondisi lahan daerah ini tanah batuan cadas sehingga rawan tingkat kekeringan. Selain itu sumber air berkurang. Melihat kenyataan daerahnya seperti itu, Kelompok Mitra Alam Munggaran tergerak untuk berupaya mengantisipasinya dengan gerakan penghijauan mandiri. Pada awal kegiatan banyak sekali tantangan secara internal dan eksternal. Tetapi kelompok pemuda Mitra Alam Munggaran terus melakukan kegiatan penghijauan tanpa mengenal lelah dan tidak  berharap imbalan. Para pemuda ini berjuang menghijaukan alam selama 6 tahun tanpa berhenti berjuang, akhirnya banyak simpatisan perantau yang berasal dari daerah ini membantu secara moral maupun materi. Dimulai dari lingkungan keluarga dan akhirnya masyarakat mulai melihat hasilnya dan mendukung gerakan Mitra Alam Munggaran. Motivasi juga kesadaran masyarakat mewujudkan harapan baru dalam mencapai keberhasilan mengembalikan fungsi sumber air. Bahkan ada warga yang memberikan tanahnya untuk diwakafkan sebagai lahan hutan lindung air.

Gotong Royong: Masyarakat Desa Mandalamekar secara Gotong Royong memperbaiki infrastruktur jalan yang dilaksanakan secara mandiri. Karena kondisi jalan yang dilalui menuju desa Mandalamekar kondisinya sangat memprihatinkan, sedangkan bantuan infrastruktur belum  kunjung tiba yang melalui daerah Parung Jagong, desa Kersagalih, karena setiap hari jalur transportasi melalui jalan ini. Sedangkan jalur jalan yang melalui desa Kertarahayu yang sudah ada perbaikan, terlalu memutar, maka warga masyarakat melaksanakan kerja bakti dengan peralatan seadanya. Bagi warga Desa Mandalamekar jalur lalu lintas ini sangat potensial untuk lajunya perekonomian desa lebih lancar. Bahkan untuk mewujudkan sarana jalan warga bekerja keras memperbaiki jalan siang dan malam, sampai bermalam selama 3 hari 3 malam demi mewujudkan lancarnya transportasi. Daya juang dan kegiatan gotong royomg masyarakat desa Mandalamekar tidak pernah luntur untuk terus melakukan perbaikan tatanan di segala bidang, karena jalur yang baik tentu akan mempermudah sarana transportasi yang akan meningkatkan perekonomian desa Mandalamekar lebih maju dan berkembang.

Pembangunan Hutan Pedesaan: Hasil kerja dalam mewujudkan lingkungan telah dirasakan oleh warga Desa Mandalamekar, sehingga sebagian lahan yang tadinya gersang berubah menjadi lahan hijau yang berpengaruh dan kembalinya potensi sumber air.Walaupun kegiatan ini dilakukan memanfaatkan tanaman yang dikumpulkan warga disemai, ditanam, dipelihara secara mandiri. Tetapi antusias warga dalam kegiatan penghijauan mandiri ini menjadi motivasi kepada warga lain yang berasal dari Desa Mandalamekar untuk ikut  andil membantu secara moril maupun materi dengan mensuplai aneka jenis tanaman yang mempunyai prospek seperti Jati, Meranti, Durian, Matoa, Salak yang ditanam menjadi Wanatani ditambah dengan ternak dan ikan. Untuk menjaga kelestarian hutan maka Kepala Desa bersama jajarannya, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, pemuka agama membuat peraturan tata tertib desa tentang kayu hutan di Desa Mandalamekar. Sebab dengan Peraturan Desa ini akan menjaga tatanan tanaman juga aneka satwa di desa Mandalamekar. Tanaman Picung dan Kawung (enau ), durian Mandalamekar, Manggis, menjadi pohon unggulan Desa Mandalamekar. Dalam mewujudkan penghijauan Desa Mandalamekar mempunyai pemancar radio yang diberi nama Ruyuk FM sebagai sarana informasi penghijauan untuk warga.

Potensi : Kondisi alam Desa Mandalamekar yang asri sangat ditunjang dengan ciri khas pedesaan tempo dulu, dimana kalau anda berkunjung ke daerah ini akan merasakan suasana khas dengan iringan kecapi suling khas cianjuran. Bahkan lagu khusus daerahnya yang terkenal ialah lagu “Cinunjang” yang lembut mendayu.
Desa Mandalamekar selain seni banyak juga budaya yang berbeda dengan daerah lainnya. Untuk lebih jauh mengetahuinya maka datang lah ke Desa Mandalamekar….! Keunggulan lainnya dari Desa Mandalamekar adalah banyaknya objek wisata yang masih alamiah serta prospektif untuk dikembangkan. Produksi kelapa asal desa ini memiliki kwalitas yang lebih baik, karena sejak dulu digunakan untuk dijadikan minyak berkwalitas, sedangkan dari hasil pertanian lainnya yaitu buah manggis, durian juga buah-buahan yang sangat spesifik. Pada saat ini dari dan juga merupakan prospek yang paling cerah adalah jenis kayu yang sudah ditanam dilahan-lahan sebagai hutan rakyat untuk bidang lain adalah aneka jenis tanaman bambu yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Aneka kerajinan tangan dari Desa Mandalamekar  mempunyai ciri khas tersendiri, karena banyaknya warga Desa Mandalamekar yang menjadi pengrajin trampil di berbagai daerah.

Prospek Perekonomian: Secara realitas banyak sekali potensi di Desa Mandalamekar menjadi desa berkembang karena ditunjang oleh faktor alamnya. Luas wilayah desa Mandalamekar kurang lebih 709 ha, meliputi 4 dusun yaitu:
1. Dusun Cinunjang terdiri dari 2 RW dan 6 RT
2. Dusun Mekarjaya terdiri dari 2 RW dan 5 RT
3. Dusun Cinangsi terdiri dari 1 RW dan 3 RT
4. Dusun Mekarsari terdiri dari 1 RW dan 3 RT

Desa Mandalamekar berbatasan dengan desa lainnya yaitu :
Utara         : berbatasan dengan Desa Kertarahayu
Timur        : berbatasan dengan Desa Mandalahurip
Selatan      : berbatasan dengan Desa Parung
Barat         : berbatasan dengan Desa Kersagalih

Dari luas wilayah 709 ha diantaranya, seluas 78 ha digunakan untuk kawasan Hutan Lindung mata air dari desa ini mengalir ke DAS Ciwulan juga desa lainnya yang berbatasan dengan 4 desa disekitar Desa Mandalamekar.
Tanah kas desa sekitar 58 ha terdiri dari 18 ha disewakan untuk lahan pertanian kepada masyarakat dan 40 ha yang berada di blok Karang Soak ( terdapat gua Karang Soak ), yang sekarang  ini  digunakan untuk penghijauan karena sangat mendukung terhadap DAS Ciwulan. Penduduk Desa Mandalamekar berjumlah 3.400 jiwa,  dari jumlah ini 1753 jiwa laki-laki dan 1647 jiwa perempuan dan 880 kepala keluarga. Bila dibandingkan dengan luas wilayah  maka tingkat hunian di Desa Mandalamekar 5 orang/Km2 sehingga cocok untuk pemberdayaan hutan rakyat dan hutan produksi, mayoritas mata pencaharian penduduk dari bertani, berdagang, jasa dan PNS.*)

 

 

Facebook Comments
About Raga Sukma 30 Articles

Sekretaris Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya

1 Trackback / Pingback

  1. Desa Mandalamekar |

Tinggalkan Balasan